Alat Musik Tradisional Kolintang khas dari Minahasa

Kolintang kemungkinan besar ada di Minahasa melalui Ternate dari kerajaan Majapahit sekitar tahun 1350-1389 dengan armada pelayaran sudah sampai ke pulau Sangihe dan Talaud. Alat musik ini berbahan dasar kayu jika dipukul akan mengeluarkan bunyi yang cukup panjang bisa mencapai nada tinggi maupun rendah. Jenis kayu untuk kolintang agak ringan dan padat dan serat kayu disusun sedemikian rupa membentuk garis yang sejajar.


Kolintang itu sama persis dengan gambang bagian dari gamelan dari bentuknya serta pemukulan alat musik tradisional ini.  Perbedaan olintang dipukul dengan 3 alat pemukul sedangkan gambang dengan alat 2 pemukul. Kolintang dipukul dari nada renda inggi dan tengah dan gambang dipukul dari nada tinggi dan rendah, gambang pemukulan hanya berjarak 1 oktaf.

Kolintang berasal dari bunyi Tong untuk nada rendah, Ting untuk nada tinggi dan Tang nada tengah. Di jaman dahulu bahasa daerah Minahasa disaat mengajak seseorang bermain kolintang dengan mengucapkan ajakan ' Mari kita ber Tong Ting Tang ' dengan ungkapan ' Maimo Kumolintang ' maka dari kebiasaan tersebut munculah nama ' KOLINTANG '

Alat musik Kolintang sangat erat hubungannya dengan adat tradisi kepercayaan rakyat Minahasa, sebagai contoh untuk upacara ritual yang berhubungan dengan pemujaan arwah leluhur. Dengan masuknya kepercayaan agama kristen di Minahasa, eksistensi kolintang semakin terdesak bahkan hampir menhilang selama ± 100th.

Kolintang termasuk alat musik peninggalan nenek moyang yang harus di jaga dan dikembangkan menjadi alat musik yang terkenal di dunia. Hanya Indonesia yang mempunyai kebhinekaan budaya, adat tradisi dan alat musik yang beraneka ragam. Kalau bukan kita yang melestarikan siapa lagi ...

Previous
Next Post »

Mohon maaf nggih, silahkan berkomentar menggunakan open ID dan akun Google, komentar anonymous dan link hidup akan saya hafus, mohon pengertiannya, matur nuwun. ConversionConversion EmoticonEmoticon