Working Girls ! Perjuangan Pemain Ketoprak

loading...
Sekarang jarang sekali kita temui pagelaran ketoprak, suatu drama yang diiringi oleh gamelan. Untuk warga Jawa Tengah dan Jogya pasti kata ketoprak sangat memasyarakat ditelinga.

Ketoprak dimainkan oleh beberapa orang dengan mengangkat cerita dari kerajaan yang ada dipulau jawa, misalnya kerajaan Mataram. Cerita saat pementasanpun berbeda-beda, hal ini sesuai dengan keputusan dari sutradara.

Cerita dokumenter Working Girls menceritakan hidup suka dan duka seniman ketoprak. Kebersamaan untuk mengaiz rezqi dari seni tradisional ketoprak, dari sisi pembuatan skenario, promosi serta pembagian hasil kerja keras para pemain dan kru ketoprak.

Ingat waktu kecil, sebelum hari raya idul fitri saya selalu di ajak oleh simbah menonton ketoprak. Selain itu TVRI Jogja dan Semarang selalu menyiarkan seni ketoprak, kadang ada juga ketoprak sayembara berhadiah.

Seiring berjalannya waktu, seni tradisional ketoprak mungkin mulai pudar. Budaya asing lambat laun menggerogoti seni tradisional ketoprak, semakin lama semakin tergerus. Mungkin saja tidak ada yang getol mengangkat kembali ketoprak, faktor pemain baru bisa menjadi sebab.

Dilihat dari sisi materi, biaya untuk pementasan ketoprak memerlukan biaya yang tidak sedikit, dari kostum, panggung, sound system, make up dan keperluan lainnya. Menurut saya, seni ketoprak wajib untuk lestarikan, bahkan bisa di angkat kembali dengan cerita baru agar diminati lagi oleh masyarakat.

Melihat film dokumenter Working Girls, saya sangat terpukau ! perjuangan hidup para seniman ketoprak di masa modern, jaman serba canggih dalam berbagai hal. Selalu berpindah tempat ke tempat lain untuk pementasan ketoprak.
loading...

Post a Comment

0 Comments