Pehamanan Sebelum Memainkan Stye Keyboard Campursari

loading...
Untuk memainkan style manual langgam campursari sebenarnya sangat mudah, asal 100% paham lagu yang akan dimainkan. Teori ini juga mencankup semua lagu, bukan hanya langgam campursari saja, bisa pop, dangdut dan genree musik lainnya.

Untuk mengiringi langgam campursari biasanya menggunakan nada dasar A dan Bes jika digabungkan dengan gamelan asli, jika solo orgen memakai nada dasar G untuk pelog 6. Pukulan di antara  Do - Mi - Fa- Sol dan Si, kadang ada Re dan La itu hanya untuk lagu-lagu tertentu saja.


Contohnya lagu, lewung, ngimpi, meh rahino, konco tani dan lagu terkait yang menggunakan notasi La dan Re. Konsep langgam campursari pada karawitan mirip bahkan sama dengan ketawang, yaitu satu kenong satu kempol dan gong, berlaku untuk semua lagu langgam jawa.

PUKULAN UNIK
Setiap instrumen gamelan juga memiliki pukulan beserta sekaran sendiri-sendiri sehingga menghasilkan sebuah alunan gamelan yang unik dan menarik. Coba Anda mendengarkan imbalan dua gamelan saron, gamelan ini sangat dominan sekali pada lagu langgam campursari. Selain itu alunan sekaran bonang sangat terasa sekali pada saat akan tibo gong [pukulan gong].

ALUR dan PAKEM
Selain memiliki pukulan unik, musik langgam jawa memiliki pakem yang harus dilakukan ketika memainkan style langgam campursari. Kalu hanya memaikna saja pasti bisa, akan tetapi bila dirasakan dan didengarkan orang yang mengerti dunia karawitan apalah jadinya, sambil senyum saja.

KIBLAT KENDANG JAWA
Sengaja saya kasih poin kiblat kendang jawa karena alat pukul ini merupakan panutan semua instrumen gamelan karawitan. Kendang jawa akan membawa lagu instrument untuk mengiringi lagu langgam dari umpak, pukulan irama I, pukulan irama II dan suwuk.
Pukulan kendang juga memilki karakter tersendiri antara irama I dan II. Pada dasarnya untuk keyboard irama I berada di antara tempo 125 - 130 Bpm dan irama II di antara tempo 90 - 100 Bpm. Pukulan irama dobel sangat padat sekali, akan tetapi vokal temponya lambat menyesuaikan dengan pukulan kendang dan instrument gamelan.

KRITERIA STYLE LANGGAM JAWA
Poin diatas merupakan rangkuman pemahaman langgam jawa campursari, bila dijabarkan sangat panjang sekali. Unttuk STY langgam campursari harus memiliki dasar-dasar dari poin diatas, setidaknya STY tersebut hampir mendekati dengan pukulan asli.

Sebuah STY untuk keyboard memiliki karakter tersendiri, misalkan style dangdut pasti si pembuat intro interlude serta improve melodi sehabis reff jika arranger membuat sendiri STY tersebut. Tujuannya STY tersebut mendekati asli bahkan mirip dengan lagu aslinya, istilah familiar keyboardiz adalah songstyle ...

STY langgam jawa juga demikian, apabila ingin mendekati dengan pukulan irama langgam pasti creator style akan membuat style tersebut semaksimal mungkin, dengan kriteria :
  • Angkatan kendang irama I, tempo 125 - 130 Bpm
  • Angkatan kendang irama II, tempo 90 - 100 Bpm
  • Pukulan kendang ke irama I, tempo 125 - 130 Bpm
  • Pukulan kendang ke irama II, tempo 90 - 100 Bpm
  • Pukulan kendang ke irama II ke irama I, tempo 90 Bpm di RIT menjadi 55-65 Bpm dan di TAP tempo menjadi ke tempo 145 Bpm.
  • Pukulan andegan sehabis reff langgam jawa irama I, jarang sekali, tapi harus dibuat untuk berjaga-jaga jika mengiringi lagu tanpa irama II, contohnya lagu anting-anting.
  • Pukulan andegan sehabis reff langgam jawa irama II, tempo 90 Bpm di RIT menjadi 45-50 Bpm dan dikembalikan kembali ke tempo 90 - 100 Bpm.
  • Pukulan kendang suwuk, tempo 90 Bpm di RIT menjadi 45 dan di tekan ending untuk GONG
Diatas adalah kriteria style langgam jawa yang harus dibuat agar bisa maksimal saat digunakan dan style mendekati real irama langgam campursari. Monggo silahkan dipirsani atraksi memaikan STY langgam jawa campursari campursari Caping Nggunung Pelog 6 dan Slendro, semoga bisa menghibur ....
loading...

Post a Comment

0 Comments